Vivo X300 2026, Harga dan Spesifikasi Kamera ZEISS 200 MP yang Jadi Andalan

Vivo57 Views

Vivo X300 menjadi salah satu ponsel flagship yang masih menarik perhatian memasuki 2026, terutama bagi pengguna yang menempatkan kemampuan kamera sebagai pertimbangan utama ketika membeli smartphone kelas atas. Perangkat ini mengandalkan kamera utama 200 MP hasil pengembangan bersama ZEISS, chipset MediaTek Dimensity 9500, baterai 6.040 mAh, serta layar AMOLED berukuran 6,31 inci yang membuat dimensinya lebih ringkas dibandingkan banyak ponsel flagship lain.

Di Indonesia, vivo X300 tersedia dalam dua konfigurasi memori. Varian RAM 12 GB dengan penyimpanan 256 GB dipasarkan dengan harga resmi Rp14.999.000, sedangkan RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB berada di angka Rp16.999.000. Harga tersebut menempatkannya langsung di kelas premium yang dihuni berbagai smartphone dengan kemampuan fotografi tinggi.

Salah satu daya tarik terbesarnya tentu kamera ZEISS 200 MP. vivo tidak sekadar meningkatkan angka resolusi, tetapi menggabungkannya dengan stabilisasi optik, pengolahan gambar, pilihan focal length untuk portrait, hingga teknologi AI yang memungkinkan pengguna melakukan pemotongan foto dengan tetap mempertahankan detail tinggi.

vivo X300 Tetap Menjadi Flagship Ringkas yang Menarik pada 2026

vivo X300 sebenarnya resmi diperkenalkan di Indonesia pada November 2025. Namun memasuki 2026, perangkat ini masih menjadi bagian penting dari jajaran flagship vivo yang tersedia untuk konsumen Indonesia.

Posisinya cukup menarik karena vivo menawarkan spesifikasi kelas atas dalam bodi yang relatif ringkas.

Ponsel flagship beberapa tahun terakhir banyak menggunakan layar berukuran 6,6 hingga mendekati 7 inci. vivo X300 memilih layar 6,31 inci sehingga perangkat lebih mudah digenggam.

Dimensi bodinya sekitar 150,57 x 71,92 x 7,95 mm dengan berat sekitar 190 gram.

Ukuran tersebut membuat X300 terasa lebih kecil dibandingkan varian Pro, tetapi kemampuan perangkat kerasnya tetap berada pada kelas tinggi.

vivo menawarkan tiga pilihan warna, yakni Aurora Pink, Mist Blue, dan Phantom Black.

Desain belakang menggunakan material kaca dengan modul kamera berbentuk lingkaran besar yang menjadi ciri khas seri X.

Harga vivo X300 2026 Mulai Rp14,9 Juta

Harga menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari calon pembeli vivo X300 pada 2026.

Untuk pasar Indonesia, vivo menyediakan dua konfigurasi.

Varian 12 GB RAM dengan penyimpanan internal 256 GB memiliki harga resmi Rp14.999.000.

Pilihan lebih tinggi menggunakan RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB dengan harga Rp16.999.000.

Keduanya sudah menggunakan jenis RAM LPDDR5X Ultra serta penyimpanan UFS 4.1.

Perbedaan Rp2 juta terutama memberikan kapasitas RAM dan penyimpanan lebih besar.

Pengguna yang banyak merekam video resolusi tinggi, menyimpan foto 200 MP, memasang game berukuran besar, atau mengelola banyak file mungkin lebih nyaman memilih kapasitas 512 GB.

Hal tersebut perlu dipertimbangkan sejak awal karena vivo X300 tidak menyediakan slot kartu memori untuk memperluas penyimpanan.

Kamera ZEISS 200 MP Menjadi Senjata Utama vivo X300

Bagian kamera menjadi pusat perhatian utama pada vivo X300.

Ponsel ini menggunakan konfigurasi tiga kamera belakang dengan kamera utama beresolusi 200 MP.

Sensor utama berukuran 1/1,4 inci dengan aperture f/1.68. Kamera tersebut sudah dilengkapi autofocus serta Optical Image Stabilization atau OIS.

Resolusi tinggi memberikan ruang lebih besar ketika pengguna ingin melakukan cropping.

Sebuah foto dapat diambil dalam resolusi tinggi kemudian dipotong untuk mendapatkan komposisi baru tanpa kehilangan detail sebanyak foto beresolusi rendah.

vivo menyebut pendekatan ini sebagai salah satu keunggulan X300 untuk pengguna yang sering memotret perjalanan, arsitektur, lanskap, maupun orang.

Teknologi ZEISS ikut digunakan untuk mengatur karakter warna dan berbagai pilihan portrait.

“Menurut penulis, keunggulan kamera 200 MP pada vivo X300 paling terasa ketika resolusi tinggi dipadukan dengan sensor besar, stabilisasi, dan pengolahan gambar yang matang, bukan ketika angka megapiksel hanya digunakan sebagai materi pemasaran.”

Sensor 200 MP Tidak Hanya Ditujukan untuk Menghasilkan Foto Berukuran Besar

Angka 200 MP memang mudah menarik perhatian, tetapi kamera smartphone tidak selalu mengambil foto dengan resolusi maksimum dalam setiap kondisi.

Pemrosesan gambar dapat menggabungkan beberapa piksel untuk meningkatkan penerimaan cahaya dan mengurangi noise.

Ketika pengguna membutuhkan detail maksimum, mode resolusi tinggi dapat digunakan.

Kelebihan lainnya muncul ketika foto perlu dipotong.

Misalnya seseorang mengambil foto bangunan dari jarak cukup jauh. Bagian tertentu masih dapat diperbesar dan dipotong dengan detail yang relatif lebih terjaga.

Kemampuan tersebut juga berguna untuk portrait.

Pengguna dapat mengambil satu foto kemudian membuat beberapa komposisi berbeda sesuai kebutuhan media sosial.

Namun file 200 MP mempunyai ukuran lebih besar sehingga penggunaan penyimpanan juga meningkat.

Pemilik varian 256 GB perlu lebih rajin mengatur koleksi foto dan video apabila sering menggunakan resolusi tertinggi.

Kamera Telephoto 50 MP Membantu Pemotretan Jarak Jauh

vivo X300 tidak hanya mengandalkan kamera utama.

Kamera telephoto menggunakan sensor Sony LYT 602 dengan resolusi 50 MP.

Ukuran sensornya sekitar 1/1,95 inci dengan aperture f/2.57. Kamera tersebut sudah dilengkapi autofocus serta OIS.

Telephoto memberikan fleksibilitas ketika pengguna tidak dapat mendekati objek secara langsung.

Situasi seperti konser, pertandingan olahraga, pertunjukan panggung, atau perjalanan dapat memanfaatkan kemampuan tersebut.

Stabilisasi menjadi penting pada focal length panjang karena sedikit gerakan tangan dapat lebih mudah terlihat pada hasil foto.

vivo juga menyediakan Stage Mode 2.0 untuk penggunaan di lingkungan pertunjukan.

Fitur tersebut dirancang agar pengguna dapat mengambil foto sekaligus merekam berbagai sudut panggung secara lebih mudah.

Kamera Ultrawide 50 MP Melengkapi Tiga Kamera Belakang

Kamera ketiga vivo X300 menggunakan sensor 50 MP untuk sudut pandang ultrawide.

Sensor JN1 digunakan dengan aperture f/2.0 dan autofocus.

Kamera ultrawide berguna ketika bidang yang ingin dimasukkan ke dalam foto terlalu luas untuk kamera utama.

Contohnya ketika memotret bangunan, pemandangan, ruangan, atau sekelompok orang.

Kehadiran autofocus juga memberikan fleksibilitas tambahan dibandingkan ultrawide fixed focus.

Dengan konfigurasi 200 MP, 50 MP telephoto, dan 50 MP ultrawide, vivo tidak memasukkan kamera tambahan beresolusi rendah hanya untuk memperbanyak jumlah lensa.

Setiap kamera mempunyai fungsi yang relatif jelas.

Pendekatan tersebut sesuai dengan posisi X300 sebagai perangkat yang menempatkan fotografi sebagai salah satu keunggulan utama.

Kamera Depan 50 MP Sudah Mendukung Autofocus

Pengguna yang sering melakukan selfie atau membuat video menggunakan kamera depan mendapatkan sensor 50 MP.

Kamera depan menggunakan sensor JN1 dengan focal length ekuivalen sekitar 20 mm dan sudut pandang 92 derajat.

Salah satu hal menarik adalah keberadaan autofocus.

Banyak kamera depan smartphone masih menggunakan fokus tetap. Autofocus memungkinkan kamera menyesuaikan fokus berdasarkan posisi wajah atau objek.

Sudut pandang yang cukup luas juga membantu ketika beberapa orang ingin masuk dalam satu foto.

Pengguna yang membuat vlog dapat memperoleh bidang pandang lebih lebar ketika merekam sambil memegang smartphone.

Kerja sama ZEISS juga digunakan pada sistem kamera depan untuk mempertahankan karakter portrait yang sejalan dengan kamera belakang.

Portrait Menjadi Salah Satu Bidang yang Sangat Ditekankan

Seri X sudah lama dikenal vivo melalui kemampuan portrait.

Pada X300, pendekatan tersebut dilanjutkan melalui Multi Focal HD Portrait.

Pengguna dapat memilih beberapa focal length untuk menghasilkan karakter gambar berbeda.

Focal length lebar dapat digunakan untuk portrait yang tetap memperlihatkan lingkungan di sekitar subjek.

Pilihan lebih panjang dapat digunakan ketika ingin memisahkan wajah dari latar belakang.

ZEISS Natural Portrait juga digunakan untuk menghasilkan warna kulit serta detail wajah yang tidak terlalu banyak dimodifikasi.

Ini menjadi penting karena pengolahan berlebihan pada smartphone sering membuat tekstur kulit terlihat terlalu halus.

Pengguna tetap dapat menggunakan fitur kecantikan apabila dibutuhkan, tetapi tersedia pilihan untuk mendapatkan hasil yang terlihat lebih natural.

Stage Mode 2.0 Menyasar Pengguna yang Sering Menonton Konser

Konser menjadi salah satu situasi sulit bagi kamera smartphone.

Pengguna berada cukup jauh dari panggung, cahaya berubah cepat, penyanyi bergerak, sementara area sekitar dapat sangat gelap.

vivo mengembangkan Stage Mode 2.0 untuk kondisi seperti itu.

Mode tersebut memanfaatkan kamera telephoto serta algoritma pengolahan untuk membantu menjaga objek tetap terlihat jelas dari jarak jauh.

Tersedia pula kemampuan merekam dari dua perspektif.

Pengguna dapat merekam panggung secara luas sekaligus mendapatkan tampilan lebih dekat.

Fitur seperti ini dapat menarik bagi pengguna yang sering menghadiri konser, festival musik, atau pertunjukan.

Meski demikian, kualitas akhir tetap dipengaruhi jarak, pencahayaan, gerakan objek, serta seberapa stabil smartphone ketika digunakan.

AI Collage Reframe Memanfaatkan Resolusi Kamera 200 MP

Salah satu fitur yang menarik pada vivo X300 adalah AI Collage Reframe.

Teknologi ini memanfaatkan detail tinggi dari kamera 200 MP.

Pengguna dapat mengambil satu foto kemudian sistem membantu menghasilkan beberapa pilihan komposisi.

Misalnya satu foto perjalanan memperlihatkan seseorang di depan bangunan besar.

Satu versi dapat menggunakan komposisi lebar untuk memperlihatkan keseluruhan lokasi, sementara versi lainnya dapat memperbesar orang yang menjadi subjek utama.

Resolusi besar memberikan ruang lebih luas untuk melakukan pemotongan seperti itu.

Pengguna tidak harus mengambil beberapa foto dari posisi berbeda untuk mendapatkan setiap komposisi.

Fitur tersebut juga dapat membantu ketika suatu momen hanya berlangsung sekali dan fotografer tidak mempunyai waktu untuk mengatur framing berulang kali.

Dimensity 9500 Menjadi Otak Utama vivo X300

Kemampuan kamera membutuhkan prosesor yang cukup kuat untuk menangani pengolahan foto beresolusi tinggi.

vivo X300 menggunakan MediaTek Dimensity 9500.

Chipset tersebut dibuat menggunakan proses fabrikasi 3 nm.

Konfigurasi CPU menggunakan delapan inti dengan satu inti utama hingga 4,21 GHz, tiga inti hingga 3,5 GHz, serta empat inti lainnya hingga 2,7 GHz.

Performa tinggi dibutuhkan tidak hanya untuk menjalankan aplikasi.

Pemrosesan foto, video, AI, game, serta multitasking juga bergantung pada kemampuan chipset.

vivo turut menggabungkan sistem pencitraannya dengan chip serta algoritma khusus yang dikembangkan untuk seri flagship.

Dimensity 9500 juga mendukung konektivitas 5G dan berbagai teknologi jaringan terbaru.

RAM hingga 16 GB dan UFS 4.1 Mendukung Kinerja Flagship

Pilihan RAM vivo X300 terdiri dari 12 GB dan 16 GB.

Jenis yang digunakan adalah LPDDR5X Ultra.

Sementara penyimpanannya menggunakan UFS 4.1 dengan kapasitas 256 GB atau 512 GB.

Kombinasi tersebut memberikan kecepatan tinggi ketika membuka aplikasi, memindahkan file, memasang game, atau memproses foto.

Pengguna juga mendapatkan fitur Extended RAM.

Sebagian ruang penyimpanan dapat dialokasikan untuk membantu sistem ketika banyak aplikasi berjalan.

Namun RAM virtual tidak sepenuhnya memiliki kecepatan sama dengan RAM fisik.

Kapasitas RAM 12 GB sendiri sudah cukup besar untuk penggunaan sehari hari, sedangkan 16 GB memberikan ruang tambahan bagi pengguna yang sering melakukan multitasking berat.

Layar AMOLED 6,31 Inci Membuat Bodinya Lebih Ringkas

vivo X300 menggunakan layar AMOLED 6,31 inci dengan resolusi 2640 x 1216 piksel.

Kerapatan layarnya mencapai sekitar 460 piksel per inci.

Panel mendukung refresh rate 120 Hz.

Pergerakan animasi, scrolling, serta sejumlah game dapat terlihat lebih halus dibandingkan layar 60 Hz.

vivo juga mengklaim tingkat kecerahan puncak hingga 4.500 nit dalam kondisi tertentu.

Kemampuan tersebut membantu visibilitas ketika perangkat digunakan di lingkungan terang.

Layar mendukung gamut warna P3 serta teknologi warna yang disesuaikan untuk membantu menampilkan hasil foto secara lebih akurat.

Bezel di sekitar layar dibuat sangat tipis dengan desain simetris sehingga bagian depan terlihat bersih.

Ukuran 6,31 inci menjadi salah satu kelebihan bagi pengguna yang mulai merasa ponsel flagship 6,7 inci terlalu besar.

Baterai 6.040 mAh Tetap Bisa Masuk ke Bodi Tipis

Hal menarik lainnya berada pada kapasitas baterai.

vivo X300 membawa BlueVolt Battery sebesar 6.040 mAh meskipun ketebalan bodinya hanya sekitar 7,95 mm.

Kapasitas tersebut tergolong besar untuk ponsel dengan layar 6,31 inci.

vivo menggunakan teknologi anoda silikon generasi terbaru untuk meningkatkan kepadatan energi baterai.

Pendekatan tersebut memungkinkan kapasitas lebih besar ditempatkan dalam ruang yang relatif terbatas.

Penggunaan sebenarnya tetap bergantung pada berbagai faktor.

Kamera, game, jaringan 5G, tingkat kecerahan layar, navigasi, serta perekaman video dapat meningkatkan konsumsi daya.

Pengguna yang lebih banyak menjalankan aplikasi komunikasi dan media sosial biasanya memperoleh waktu penggunaan berbeda dari orang yang merekam video sepanjang hari.

FlashCharge 90W Membantu Memangkas Waktu Pengisian

Baterai besar membutuhkan sistem pengisian yang cepat agar pengguna tidak menunggu terlalu lama.

vivo X300 mendukung FlashCharge hingga 90W.

Perangkat juga mendukung pengisian nirkabel.

Kemampuan ini membuat pengguna mempunyai dua pilihan ketika mengisi baterai.

Pengisian kabel tetap menjadi pilihan ketika membutuhkan kecepatan tinggi.

Pengisian nirkabel dapat digunakan ketika pengguna ingin menempatkan perangkat pada charging pad tanpa memasang kabel langsung ke port.

Kecepatan pengisian sebenarnya dapat berubah mengikuti suhu perangkat, kondisi baterai, jenis charger, penggunaan ketika mengisi, serta sistem perlindungan yang aktif.

Sistem akan mengatur daya secara dinamis untuk menjaga keamanan dan kondisi baterai.

OriginOS 6 Menjadi Perubahan Besar untuk Pengguna vivo Indonesia

vivo X300 menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16.

Ini menjadi salah satu perubahan penting karena vivo membawa OriginOS ke pasar Indonesia setelah sebelumnya pengguna global lebih mengenal antarmuka Funtouch OS.

OriginOS 6 memberikan tampilan visual serta animasi yang diperbarui.

Berbagai fitur AI juga dimasukkan untuk membantu penggunaan sehari hari.

Salah satunya AI Captions yang dapat membantu mengolah informasi dari percakapan atau konten.

Ada pula Origin Island yang menampilkan aktivitas tertentu secara dinamis pada bagian atas layar.

Integrasi dengan komputer juga semakin diperluas.

Pengguna dapat memindahkan file dan melanjutkan sejumlah pekerjaan melalui perangkat lain dengan dukungan fitur yang tersedia.

Pembaruan Keamanan Panjang Menjadi Nilai Tambah

Smartphone flagship semakin sering digunakan selama beberapa tahun sehingga dukungan perangkat lunak menjadi pertimbangan penting.

vivo memberikan komitmen pembaruan keamanan dan pemeliharaan sistem hingga tujuh tahun untuk X300 Series.

Dukungan panjang dapat membantu perangkat tetap menerima perbaikan keamanan meskipun sudah digunakan dalam waktu lama.

Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika harga smartphone sudah berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp17 juta.

Konsumen tentu berharap perangkat tidak hanya mempunyai hardware cepat ketika baru dibeli, tetapi juga tetap mendapatkan dukungan perangkat lunak yang memadai.

Meski demikian, bentuk dan jadwal pembaruan dapat mengikuti kebijakan vivo yang berlaku untuk wilayah Indonesia.

IP68 dan IP69 Memberikan Perlindungan Lebih Tinggi

vivo X300 sudah memperoleh sertifikasi IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air dalam kondisi pengujian tertentu.

IP68 umumnya berkaitan dengan perlindungan terhadap debu serta paparan air berdasarkan batas pengujian yang ditentukan.

IP69 menambahkan kemampuan menghadapi kondisi semprotan air bertekanan dan suhu tertentu berdasarkan standar pengujian.

Sertifikasi tersebut memberikan perlindungan tambahan untuk penggunaan sehari hari.

Namun ponsel tetap tidak sebaiknya sengaja digunakan untuk berenang atau dibawa menyelam.

Ketahanan air juga dapat berkurang seiring usia perangkat, benturan, perubahan seal, atau kerusakan fisik.

Kerusakan akibat cairan juga perlu dilihat berdasarkan ketentuan garansi yang berlaku.

Sensor Sidik Jari Ultrasonik Ditempatkan di Dalam Layar

Sistem keamanan biometrik menggunakan sensor sidik jari ultrasonik 3D.

Sensor tersebut berada di bawah layar.

Teknologi ultrasonik mempunyai cara kerja berbeda dari sensor optik karena menggunakan gelombang untuk mengenali struktur sidik jari.

vivo mengklaim proses pendaftaran sidik jari dapat dilakukan dengan cepat.

Posisinya juga dibuat agar mudah dijangkau ketika perangkat digenggam.

Selain sensor sidik jari, sistem Android tetap menyediakan metode keamanan lainnya seperti PIN, pola, serta pengenalan wajah sesuai fitur yang tersedia.

Pengguna dapat memilih kombinasi keamanan yang paling sesuai dengan kebiasaan masing masing.

WiFi 7, Bluetooth 6.0 dan USB 3.2 Melengkapi Konektivitas

Sebagai smartphone flagship, vivo X300 sudah membawa konektivitas yang cukup lengkap.

Perangkat mendukung jaringan 5G dengan dua kartu Nano SIM.

WiFi 7 tersedia bersama dukungan WiFi generasi sebelumnya.

Bluetooth menggunakan versi 6.0.

Port USB sudah menggunakan USB 3.2 Gen 1 sehingga kemampuan transfer data melalui kabel lebih tinggi dibandingkan ponsel yang masih menggunakan standar USB lebih lambat.

NFC juga tersedia.

Fitur tersebut dapat digunakan untuk berbagai layanan yang kompatibel, termasuk pengecekan atau pengisian kartu tertentu serta proses koneksi perangkat.

Infrared blaster juga tersedia sehingga smartphone dapat digunakan untuk mengendalikan sejumlah perangkat elektronik yang kompatibel.

vivo X300 dan X300 Pro Memiliki Fokus Kamera Berbeda

Calon pembeli perlu membedakan vivo X300 dengan X300 Pro karena posisi kamera 200 MP keduanya tidak sama.

vivo X300 menggunakan kamera utama 200 MP.

Sementara X300 Pro menempatkan sensor 200 MP pada kamera telephoto.

X300 Pro juga mempunyai kamera utama 50 MP dengan sensor lebih besar serta sistem stabilisasi yang lebih tinggi.

Karena itu, X300 Pro lebih diarahkan kepada pengguna yang membutuhkan kemampuan telephoto ekstrem, fotografi konser, olahraga, serta pekerjaan visual yang lebih serius.

X300 mempunyai keunggulan pada ukuran yang lebih kompak serta harga lebih rendah.

Harga X300 Pro berada di atas X300 sehingga konsumen perlu menentukan jenis kamera yang paling sering digunakan.

Jika lebih banyak menggunakan kamera utama untuk portrait, perjalanan, foto keluarga, makanan, dan kegiatan sehari hari, konfigurasi X300 sudah sangat kuat.

vivo X300 Menarik untuk Pengguna yang Mengutamakan Kamera tetapi Tidak Suka HP Besar

Pasar flagship saat ini dipenuhi perangkat dengan ukuran besar.

vivo X300 menawarkan pendekatan berbeda melalui layar 6,31 inci, bobot sekitar 190 gram, serta ketebalan di bawah 8 mm.

Namun spesifikasinya tidak dibuat seperti versi murah dari ponsel flagship.

Pengguna tetap mendapatkan Dimensity 9500, kamera utama 200 MP ZEISS, telephoto 50 MP, ultrawide 50 MP, kamera depan 50 MP, baterai 6.040 mAh, pengisian cepat 90W, layar AMOLED 120 Hz, IP68 dan IP69, serta sensor sidik jari ultrasonik.

Harga Rp14.999.000 untuk 12 GB dan 256 GB membuatnya berada di persaingan langsung dengan flagship dari merek lain.

Varian Rp16.999.000 memberikan RAM 16 GB serta penyimpanan 512 GB bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas lebih besar.

Pilihan akhirnya sangat bergantung pada prioritas. Pengguna yang lebih sering mengambil foto resolusi tinggi dan video kemungkinan lebih diuntungkan oleh penyimpanan 512 GB karena file kamera flagship dapat menghabiskan ruang cukup cepat.

Kamera 200 MP Membuat Penyimpanan Menjadi Pertimbangan Serius

Kemampuan menghasilkan foto beresolusi tinggi membawa konsekuensi pada ukuran file.

Semakin sering mode 200 MP digunakan, semakin cepat kapasitas penyimpanan terisi.

Hal serupa terjadi ketika pengguna banyak merekam video berkualitas tinggi.

Kreator yang menggunakan ponsel untuk perjalanan beberapa hari dapat menghasilkan puluhan gigabyte file hanya dari foto dan video.

Karena X300 tidak mendukung kartu microSD, pengelolaan file perlu dilakukan menggunakan penyimpanan internal, komputer, hard disk eksternal, atau layanan cloud.

Varian 512 GB memberikan ruang lebih nyaman untuk pola penggunaan tersebut.

Pengguna biasa yang tidak sering merekam video panjang masih dapat menggunakan varian 256 GB tanpa banyak persoalan, terutama jika file lama rutin dipindahkan.

Posisi vivo X300 pada 2026 Semakin Jelas sebagai Camera Flagship Kompak

vivo X300 membawa kombinasi yang cukup jarang ditemukan dalam satu perangkat. Ukurannya ringkas, tetapi kapasitas baterai tetap besar dan sistem kamera tidak dikurangi menjadi konfigurasi sederhana.

Kamera utama ZEISS 200 MP menjadi pusat dari keseluruhan pengalaman fotografi. Kamera telephoto dan ultrawide masing masing 50 MP kemudian memberikan pilihan focal length lebih luas.

Pengguna juga mendapatkan kamera depan 50 MP dengan autofocus, fitur portrait ZEISS, Stage Mode 2.0, pengolahan AI, serta kemampuan mengambil foto beresolusi tinggi untuk kemudian disusun ulang melalui cropping.

Di luar kamera, Dimensity 9500 memberikan tenaga kelas flagship, sedangkan OriginOS 6 membawa perubahan cukup besar pada pengalaman perangkat lunak vivo di Indonesia.

Baterai 6.040 mAh dan FlashCharge 90W membuat spesifikasinya tetap kompetitif untuk pemakaian intensif.

Bagi pengguna yang mempertimbangkan vivo X300 pada 2026, pilihan antara varian Rp14.999.000 dan Rp16.999.000 terutama dapat ditentukan dari kebutuhan penyimpanan. Pengguna fotografi dan video yang aktif memiliki alasan lebih kuat memilih kapasitas 512 GB, sementara pengguna yang lebih banyak memakai kamera untuk aktivitas sehari hari masih mendapatkan seluruh kemampuan kamera ZEISS 200 MP pada versi 256 GB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *