iPhone Flip Makin Dekat, Ponsel Lipat Apple Disebut Hadir September 2026

Apple84 Views

Pembicaraan mengenai iPhone Flip kembali ramai menjelang periode peluncuran iPhone terbaru pada 2026. Setelah bertahun tahun hanya muncul dalam bentuk paten, prototipe dan laporan rantai pasok, perangkat lipat pertama Apple kini disebut semakin dekat dengan tahap peluncuran komersial. Sejumlah laporan terpercaya mengarah pada September 2026 sebagai waktu yang dipersiapkan Apple untuk memperkenalkan iPhone dengan layar yang dapat dilipat.

Namun ada satu hal yang harus diluruskan. Nama iPhone Flip belum pernah diumumkan secara resmi oleh Apple. Hingga 10 Agustus 2026, situs resmi perusahaan masih menampilkan keluarga iPhone 17 Pro, iPhone Air, iPhone 17, iPhone 17e dan iPhone 16 tanpa produk lipat dalam daftar iPhone yang dijual. Karena itu, sebutan iPhone Flip maupun iPhone Fold masih merupakan nama tidak resmi yang digunakan untuk membicarakan proyek tersebut.

Laporan terbaru bahkan menunjukkan model pertama kemungkinan bukan ponsel mungil yang dilipat seperti Samsung Galaxy Z Flip. Perangkat pertama Apple disebut memakai desain seperti buku dengan layar besar di bagian dalam. Ketika dibuka, bentuknya lebih menyerupai tablet berukuran kecil dibandingkan ponsel flip klasik.

September 2026 Menjadi Waktu yang Paling Banyak Disebut

Informasi mengenai jadwal iPhone lipat mulai semakin konsisten sepanjang 2026. Bloomberg pada April melaporkan Apple masih menargetkan pengenalan perangkat lipat pertamanya pada September 2026 bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Reuters kemudian melaporkan informasi serupa sambil mengingatkan bahwa jadwal produksi masih dapat berubah karena perangkat tersebut menghadapi tantangan teknis pada tahap pengujian.

Reuters kembali menyebut pada Juni 2026 bahwa Apple berada di jalur menuju peluncuran iPhone lipat pada September bersama model Pro terbaru. Informasi tersebut membuat kemungkinan kemunculan perangkat tersebut semakin kuat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika pembicaraan iPhone lipat masih berkutat pada paten dan eksperimen internal.

Meski demikian, Apple belum memberikan konfirmasi publik mengenai nama, tanggal pengumuman maupun spesifikasi produk tersebut. Seluruh informasi perangkat keras yang beredar sampai saat ini tetap perlu ditempatkan sebagai laporan yang belum resmi.

“Perbedaan terbesar rumor iPhone lipat pada 2026 dibandingkan beberapa tahun sebelumnya adalah konsistensi laporannya. Pembicaraan tidak lagi hanya mengenai apakah Apple membuat perangkat lipat, tetapi sudah bergerak ke ukuran layar, jadwal produksi dan cara sistem operasinya bekerja,” pendapat penulis.

iPhone Flip Ternyata Lebih Mirip Buku daripada Ponsel Lipat Kecil

Istilah iPhone Flip memang terdengar menarik, tetapi bocoran terbaru menunjukkan bentuk perangkat pertama Apple kemungkinan lebih tepat disebut iPhone Fold.

Analis rantai pasok Ming Chi Kuo memperkirakan perangkat tersebut menggunakan desain bergaya buku. Bagian luarnya mempunyai layar yang dapat digunakan ketika perangkat tertutup, sedangkan membuka perangkat akan menghadirkan layar besar di bagian dalam.

Laporan The Information pada Desember 2025 juga menyebut iPhone lipat pertama Apple diperkirakan hadir pada musim gugur 2026 dengan bentuk yang lebih lebar daripada tinggi ketika perangkat dibuka. Bloomberg kemudian melaporkan layar dalamnya akan mempunyai ukuran kurang lebih seperti iPad mini.

Konsep tersebut membuat perangkat lebih dekat dengan kategori Galaxy Z Fold daripada Galaxy Z Flip.

Ketika tertutup, pengguna memperoleh ponsel dengan layar luar. Setelah dibuka, area layar bertambah sehingga dapat digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan ruang lebih luas.

Layar Dalam Diperkirakan Berukuran Sekitar 7,8 Inci

Ukuran layar menjadi salah satu informasi yang paling sering muncul dalam laporan mengenai iPhone lipat. Ming Chi Kuo memperkirakan Apple menggunakan layar dalam sekitar 7,8 inci dengan layar luar sekitar 5,5 inci.

Ukuran 7,8 inci membuat layar bagian dalam mendekati wilayah tablet kecil. Pengguna mendapatkan ruang yang lebih luas untuk membuka halaman internet, mengedit dokumen, melihat foto, menonton video atau menjalankan beberapa aplikasi.

Layar luar sekitar 5,5 inci berfungsi ketika perangkat belum dibuka. Ukurannya lebih kecil dibandingkan banyak iPhone modern, tetapi masih cukup untuk kegiatan singkat seperti membaca pesan, melakukan panggilan atau memeriksa notifikasi.

Kombinasi dua layar tersebut menjadi salah satu tantangan perangkat lunak terbesar. Aplikasi harus dapat berpindah dari layar kecil menuju layar besar tanpa kehilangan posisi, ukuran elemen atau pekerjaan pengguna.

Lipatan Layar Menjadi Salah Satu Fokus Utama Apple

Garis lipatan merupakan kelemahan yang selama bertahun tahun melekat pada ponsel layar lipat. Area tempat layar terus menekuk dapat menghasilkan cekungan yang terlihat ketika layar berada dalam posisi terbuka.

Kuo menyebut layar dalam perangkat Apple diperkirakan dirancang tanpa lipatan yang mengganggu secara visual. Klaim tersebut masih harus dibuktikan ketika produk resmi tersedia, tetapi beberapa laporan menunjukkan Apple memberikan perhatian besar terhadap bagian ini.

Apple sebenarnya telah mempelajari teknologi layar fleksibel selama bertahun tahun. Dokumen paten milik perusahaan menggambarkan perangkat elektronik dengan beberapa bagian bodi, engsel dan layar fleksibel yang dapat berubah dari posisi datar menjadi terlipat. Paten tersebut tidak membuktikan bahwa desain final akan sama, tetapi menunjukkan penelitian Apple terhadap persoalan layar dan mekanisme engsel sudah berlangsung lama.

Ketebalan Bisa Menjadi Salah Satu Kejutan Terbesarnya

Ponsel lipat menghadapi persoalan sederhana tetapi sulit diselesaikan. Ketika dua bagian perangkat ditumpuk, ketebalan otomatis meningkat.

Perkiraan Ming Chi Kuo menempatkan ketebalan iPhone lipat sekitar 4,5 sampai 4,8 mm ketika dibuka. Setelah dilipat, ketebalannya diperkirakan sekitar 9 sampai 9,5 mm.

Apabila angka tersebut benar pada produk akhir, Apple harus memasukkan dua layar, baterai, kamera, papan elektronik dan sistem engsel ke dalam ruang yang sangat sempit.

Pengalaman membuat iPhone Air juga menarik untuk diperhatikan. Reuters sebelumnya mengutip analis IDC yang menilai iPhone Air dapat menjadi tempat Apple mempelajari teknologi perangkat tipis dan ringan sebelum digunakan pada iPhone lipat.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kekuatan bodi. Ponsel biasa memiliki satu rangka utama, sementara perangkat lipat mempunyai dua bagian yang terus bergerak melalui engsel setiap kali dibuka dan ditutup.

Touch ID Dikabarkan Kembali Menggantikan Face ID

Salah satu bocoran yang cukup mengejutkan berkaitan dengan sistem keamanan biometrik.

Ming Chi Kuo memperkirakan iPhone lipat tidak menggunakan Face ID seperti mayoritas iPhone kelas atas saat ini. Sebagai gantinya, Touch ID disebut kembali melalui sensor sidik jari yang ditempatkan pada tombol samping.

Alasannya berkaitan dengan keterbatasan ruang. Sistem Face ID membutuhkan beberapa komponen sensor pada bagian depan perangkat. Dalam bodi yang sangat tipis, setiap milimeter ruang menjadi berharga.

Apple sebenarnya sudah menggunakan Touch ID pada tombol atas beberapa generasi iPad. Artinya, konsep sensor sidik jari yang menyatu dengan tombol perangkat bukan teknologi asing bagi perusahaan.

Jika rumor tersebut terealisasi, iPhone lipat akan menjadi salah satu iPhone kelas premium pertama dalam waktu lama yang kembali menggunakan sidik jari sebagai metode autentikasi utama.

Keputusan seperti ini juga memperlihatkan bahwa membangun perangkat lipat membutuhkan kompromi berbeda dibandingkan membuat iPhone biasa.

Kamera Disebut Menggunakan Dua Lensa di Belakang

Ruang internal yang terbatas turut memengaruhi kamera. Kuo memperkirakan perangkat menggunakan sistem dua kamera belakang serta kamera depan yang dapat digunakan ketika perangkat berada dalam kondisi tertutup maupun terbuka.

Belum ada rincian resmi mengenai sensor, resolusi atau kemampuan zoom yang akan diberikan Apple. Informasi mengenai konfigurasi kamera yang beredar juga masih bisa berubah menjelang produksi massal.

Jika perangkat benar hanya menggunakan dua kamera belakang, posisinya kemungkinan berbeda dari iPhone Pro yang selama beberapa generasi menawarkan lebih banyak pilihan panjang fokus.

Apple harus menentukan keseimbangan antara kualitas kamera dan ruang internal. Modul kamera besar mengambil volume yang cukup banyak, sementara perangkat lipat juga membutuhkan ruang untuk engsel dan baterai yang terbagi ke dalam dua bagian bodi.

Karena itu, iPhone lipat pertama kemungkinan tidak akan menjadi perangkat yang mengejar semua kemampuan kamera iPhone Pro Max sekaligus.

iOS 27 Dipersiapkan agar Layar Besar Tidak Terbuang

Layar yang dapat berubah ukuran tidak akan banyak berguna apabila perangkat lunaknya hanya memperbesar aplikasi iPhone biasa.

Bloomberg melaporkan iPhone lipat akan memperoleh perubahan iOS yang memungkinkan tata letak seperti iPad ketika layar dibuka. Salah satu kemampuan yang disebut adalah menjalankan dua aplikasi berdampingan.

Pendekatan tersebut penting karena layar sekitar 7,8 inci menyediakan ruang jauh lebih besar daripada iPhone biasa.

Pengguna dapat membuka aplikasi komunikasi bersama dokumen, melihat informasi sambil menulis catatan atau menjalankan dua aplikasi lain secara bersamaan.

Perangkat lunak juga harus menyesuaikan tampilan ketika pengguna menutup perangkat. Aplikasi yang sedang aktif seharusnya dapat berpindah menuju layar luar tanpa membuat pengguna harus memulai pekerjaannya kembali.

Pada 2026, situs resmi Apple telah menampilkan iOS 27 Preview sebagai bagian dari halaman iPhone. Namun Apple belum menampilkan iPhone lipat sebagai produk resmi dalam jajaran perangkatnya.

“Keberhasilan iPhone lipat tidak hanya ditentukan oleh seberapa tipis engsel atau seberapa samar garis lipatannya. Apple perlu memberikan alasan mengapa layar besar tersebut lebih berguna daripada sekadar iPhone yang ukurannya membesar setelah dibuka,” pendapat penulis.

Harga Diperkirakan Menembus 2.000 Dolar AS

Semua teknologi tersebut kemungkinan harus dibayar mahal. Prediksi awal Ming Chi Kuo menempatkan harga iPhone lipat pada kisaran di atas 2.000 dolar AS hingga sekitar 2.500 dolar AS.

Bloomberg juga melaporkan harga perangkat dapat melewati 2.000 dolar AS. Angka tersebut akan menempatkannya jauh di atas iPhone reguler dan bahkan berada di wilayah harga perangkat komputasi premium Apple.

Harga tinggi tidak terlalu mengejutkan karena layar fleksibel, engsel presisi dan proses perakitan perangkat tipis membutuhkan teknik manufaktur lebih rumit.

Produksi awal kemungkinan juga belum sebesar iPhone reguler.

Jika harga akhirnya mendekati 2.500 dolar AS, iPhone lipat akan menjadi produk untuk kelompok pengguna premium pada tahap awal. Apple tidak harus menjualnya sebanyak iPhone standar untuk menjadikannya kategori yang menarik secara bisnis.

Produksi Disebut Melibatkan Taiwan dan India

Rencana manufaktur iPhone lipat juga mendapat perhatian karena membutuhkan proses baru.

Reuters pada September 2025 melaporkan Apple telah berdiskusi dengan pemasok mengenai kemungkinan produksi percobaan perangkat lipat di Taiwan. Tujuannya adalah membangun jalur kecil untuk menguji peralatan, menentukan parameter dan menyempurnakan tahapan manufaktur. Setelah proses tersebut stabil, produksi massal dilaporkan dapat dilakukan di India.

Namun pengembangan perangkat tidak berjalan sepenuhnya mulus.

Pada April 2026, Reuters melaporkan adanya persoalan pada tahap engineering test yang berpotensi membuat jadwal produksi terganggu. Bloomberg pada periode yang sama tetap melaporkan target September masih dipertahankan, meskipun jadwal belum dapat dianggap final sebelum produksi benar benar meningkat.

Perangkat lipat memang mempunyai jumlah komponen bergerak lebih banyak dibandingkan ponsel biasa. Engsel harus mampu menjaga layar sekaligus mempertahankan posisi dua bagian bodi setelah digunakan berulang kali.

Apple Sebenarnya Pernah Menguji Model Bergaya Flip

Menariknya, istilah iPhone Flip tidak sepenuhnya muncul tanpa alasan.

The Information pernah melaporkan pada Februari 2024 bahwa Apple membuat prototipe sedikitnya dua iPhone yang dapat dilipat secara horizontal seperti ponsel clamshell. Model seperti inilah yang paling dekat dengan sebutan iPhone Flip.

Laporan pada 2024 kemudian menyebut Apple bergerak lebih serius mengembangkan perangkat lipat dan pernah menghubungi pemasok mengenai komponen untuk produk yang berpotensi hadir pada 2026.

Arah proyek tampaknya kemudian berubah atau Apple mengembangkan beberapa bentuk perangkat sekaligus.

Pada 2026, laporan mengenai perangkat pertama jauh lebih konsisten mengarah pada desain bergaya buku. Sementara itu, rumor model clamshell masih muncul sebagai kemungkinan perangkat berbeda yang sedang diuji.

Artinya, Apple bisa saja memiliki iPhone Flip dalam arti sebenarnya di laboratorium, tetapi belum ada kepastian model tersebut akan dijual.

Apple Masuk ketika Pesaing Sudah Lebih Dulu Berkembang

Jika perangkat benar diperkenalkan pada 2026, Apple masuk ke kategori ponsel lipat jauh setelah beberapa produsen Android.

Samsung telah mengembangkan seri Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip selama beberapa generasi. Huawei bahkan memperluas konsep perangkat lipat dengan ponsel yang menggunakan lebih dari satu lipatan. Reuters mencatat kategori ponsel lipat tetap merupakan bagian kecil dari keseluruhan penjualan ponsel, meskipun persaingan di kelas premium terus meningkat.

Keterlambatan Apple mempunyai sisi positif sekaligus risiko.

Perusahaan mempunyai kesempatan mengamati persoalan yang lebih dulu dialami pesaing, mulai dari ketahanan engsel, lipatan layar, ukuran aplikasi, bobot hingga baterai.

Sebaliknya, pengguna sudah memiliki standar tinggi. Produk Apple tidak cukup hanya dapat dilipat karena kemampuan tersebut sudah tersedia bertahun tahun pada merek lain.

Apple harus menunjukkan alasan yang membuat pendekatannya berbeda.

Posisi iPhone Air Ikut Menarik Perhatian

Kemunculan iPhone Air pada generasi 2025 sempat dianggap sebagai petunjuk menuju perangkat lipat.

Apple saat ini menyebut iPhone Air sebagai iPhone tertipis yang pernah dibuat. Perangkat tersebut menjadi contoh bagaimana perusahaan mengecilkan komponen internal sambil mempertahankan fungsi utama sebuah iPhone.

Reuters mengutip analis yang menilai iPhone Air dapat berfungsi sebagai tempat pengujian teknologi tipis yang kemudian berguna pada perangkat lipat.

Hal tersebut cukup masuk akal dari sisi teknik. Setiap bagian iPhone lipat harus sangat tipis karena ketika ditutup kedua bagian akan bertumpuk.

Teknologi baterai, papan logika, sistem pendinginan dan komponen kamera yang lebih tipis dapat menjadi pengalaman penting sebelum Apple memproduksi perangkat dengan dua sisi.

iPhone Flip Masih Harus Menjawab Persoalan Ketahanan

Harga lebih dari 2.000 dolar AS membuat ketahanan menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan.

Pada ponsel biasa, layar dilindungi lapisan keras yang tidak perlu terus menerus ditekuk. Perangkat lipat membutuhkan material yang cukup fleksibel untuk bergerak berkali kali tetapi tetap tahan terhadap sentuhan dan penggunaan sehari hari.

Engsel juga harus bekerja ribuan kali tanpa kehilangan kekuatan.

Dokumen paten Apple memperlihatkan berbagai pendekatan terhadap struktur engsel dan layar fleksibel, termasuk mekanisme yang menjaga radius tekukan layar ketika kedua bagian perangkat bergerak.

Tetapi paten bukan jaminan bahwa teknologi tersebut akan digunakan pada produk komersial.

Jawaban mengenai ketahanan baru dapat diketahui setelah Apple mengumumkan desain final, spesifikasi perlindungan dan ketentuan layanan perbaikannya.

Status iPhone Flip pada Agustus 2026

Sampai 10 Agustus 2026, Apple belum menjual iPhone lipat dan belum mengumumkan perangkat bernama iPhone Flip. Daftar resmi perusahaan masih berisi iPhone konvensional termasuk iPhone 17 Pro, iPhone Air, iPhone 17 dan iPhone 17e.

Namun laporan Bloomberg, Reuters, The Information dan prediksi Ming Chi Kuo memberikan gambaran yang semakin seragam bahwa perangkat lipat pertama Apple sedang dipersiapkan untuk periode peluncuran September 2026.

Bentuk yang paling banyak dilaporkan adalah model bergaya buku dengan layar dalam sekitar 7,8 inci, layar luar sekitar 5,5 inci, Touch ID pada tombol samping, desain sangat tipis serta sistem operasi yang dapat menampilkan dua aplikasi berdampingan. Harga awal diperkirakan berada di atas 2.000 dolar AS.

Sementara itu, model clamshell yang benar benar dapat disebut iPhone Flip masih berada pada wilayah pengujian dan rumor. Apple memang pernah dilaporkan membuat prototipe dengan bentuk tersebut, tetapi belum ada informasi kuat bahwa model clamshell akan menjadi perangkat yang diperkenalkan lebih dulu.

Karena peluncuran September masih belum diumumkan secara resmi, detail seperti nama dagang, pilihan warna, kapasitas penyimpanan, spesifikasi kamera, baterai dan harga final tetap harus menunggu pengumuman langsung dari Apple.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *