Namun, status sebagai iPhone baru tidak otomatis membuatnya bebas celah. Sejumlah kekurangan iPhone 17 tetap perlu dilihat dengan kepala dingin, terutama bagi calon pembeli yang ingin memakai perangkat ini dalam jangka panjang. iPhone 17 memang terasa lebih matang dari generasi reguler sebelumnya, tetapi ada beberapa bagian yang bisa membuat sebagian pengguna berpikir ulang, mulai dari harga, kamera tanpa telefoto khusus, potensi panas saat dipakai berat, sampai keluhan awal soal konektivitas pada lini iPhone 17.
iPhone 17 hadir sebagai salah satu ponsel Apple paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Pada model reguler, Apple akhirnya memberi layar 6,3 inci dengan ProMotion hingga 120Hz, Always On Display, chip A19, kamera belakang ganda 48MP, penyimpanan awal 256GB, serta klaim daya tahan baterai hingga 30 jam pemutaran video. Di atas kertas, peningkatannya terasa besar, terutama bagi pengguna iPhone lama yang masih memakai layar 60Hz atau kapasitas dasar 128GB.
Harga Tetap Menjadi Tembok Pertama
Bagi banyak orang, kekurangan paling terasa dari iPhone 17 tetap berada pada harga. Apple memang menaikkan standar kapasitas dasar menjadi 256GB, tetapi posisi harga iPhone tetap berada di kelas premium. Artinya, pengguna yang hanya membutuhkan ponsel untuk komunikasi, media sosial, foto harian, dan menonton video mungkin akan merasa fitur yang ditawarkan belum selalu sebanding dengan dana yang harus dikeluarkan.
Masalah harga terasa semakin kuat ketika melihat ekosistem aksesori Apple. Pengguna tidak hanya membeli ponsel. Mereka juga sering perlu membeli adaptor pengisian daya, casing, pelindung layar, kabel tambahan, langganan iCloud, atau aksesori MagSafe. Apple mencantumkan kemampuan isi daya cepat hingga 50 persen dalam 20 menit dengan adaptor 40W atau lebih tinggi, tetapi adaptor tersebut tersedia terpisah.
Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem Apple, biaya tambahan seperti ini mungkin dianggap wajar. Namun bagi pembeli baru, total pengeluaran bisa terasa membengkak. Inilah alasan iPhone 17 tidak bisa hanya dinilai dari harga unitnya saja. Biaya kepemilikan setelah pembelian tetap perlu dihitung.
“iPhone 17 memang memberi rasa premium sejak pertama digenggam, tetapi rasa premium itu datang bersama biaya yang tidak kecil. Pembeli perlu jujur pada kebutuhan, bukan hanya terpikat pada nama besar Apple.”
Kamera Belakang Belum Punya Telefoto Khusus
Kamera iPhone 17 membawa peningkatan penting melalui sistem Dual Fusion 48MP. Kamera utamanya mendukung foto resolusi tinggi dan dapat menghasilkan zoom 2x kualitas optik dari sensor utama. Kamera ultrawide juga naik menjadi 48MP, sehingga foto lanskap, ruangan luas, dan sudut kreatif terlihat lebih menjanjikan.
Meski begitu, kekurangan besar tetap ada, yaitu tidak adanya kamera telefoto khusus pada model reguler. Bagi pengguna yang sering memotret panggung konser, objek jauh, anak yang sedang tampil di sekolah, hewan, pertandingan olahraga, atau detail bangunan dari jarak aman, kemampuan zoom iPhone 17 masih punya batas yang jelas.
Zoom 2x dari kamera utama memang berguna untuk foto potret dan objek jarak sedang. Namun ketika pengguna mulai melakukan pembesaran lebih jauh, kualitas foto bisa turun. Laporan rangkuman ulasan menyebut sebagian reviewer menemukan kualitas foto pada zoom tinggi terlihat kurang tajam atau cenderung buram.
Kekurangan ini menjadi pembeda penting antara iPhone 17 reguler dan model Pro. Apple tetap menahan pengalaman kamera paling lengkap untuk varian lebih mahal. Jadi, calon pembeli yang menganggap kamera sebagai alasan utama membeli iPhone perlu mempertimbangkan jenis foto yang paling sering diambil.
Panas Saat Dipakai Gaming Berat
Chip A19 pada iPhone 17 jelas membawa performa tinggi. Aktivitas harian seperti membuka aplikasi, menggulir media sosial, merekam video, mengedit foto ringan, dan berpindah antar aplikasi terasa sangat cepat. Namun, performa kencang juga membawa konsekuensi ketika ponsel dipakai untuk pekerjaan berat dalam waktu lama.
Beberapa ulasan awal mencatat iPhone 17 reguler dapat terasa panas saat dipakai bermain gim intensif, karena sistem pendinginannya tidak sekuat model Pro. Rangkuman review menyebut perangkat ini tetap dipuji sebagai model dasar yang kuat, tetapi panas saat gaming menjadi salah satu catatan yang muncul.
Panas pada ponsel bukan hal aneh, terutama ketika digunakan untuk gim berat, merekam video lama, memakai data seluler, dan mengisi daya secara bersamaan. Namun, pengguna yang membeli iPhone 17 dengan harapan bisa bermain gim kelas berat berjam jam tanpa rasa hangat perlu menyesuaikan harapan.
Pada kondisi tertentu, panas juga bisa membuat performa ditahan agar suhu perangkat tetap aman. Ini tidak selalu terasa dalam pemakaian ringan, tetapi gamer akan lebih mudah menyadarinya. Untuk pengguna biasa, kekurangan ini mungkin kecil. Untuk pengguna yang serius bermain gim, bagian ini patut diperhitungkan.
Layar Lebih Baik, tetapi Tetap Perlu Pelindung
Salah satu peningkatan paling menyenangkan pada iPhone 17 adalah layar. Apple akhirnya membawa ProMotion 120Hz ke model reguler, lengkap dengan kecerahan luar ruang yang sangat tinggi. Apple mencantumkan layar Super Retina XDR 6,3 inci, ProMotion hingga 120Hz, Always On Display, dan kecerahan puncak luar ruang hingga 3000 nit.
Namun, layar bagus bukan berarti bebas risiko. Dalam penggunaan nyata, ponsel tetap rentan terkena goresan halus dari pasir, debu, kunci, koin, atau gesekan di tas. Rangkuman ulasan media menyebut salah satu reviewer menemukan layar iPhone 17 tetap bisa tergores dalam waktu singkat meski Apple membawa perlindungan layar generasi baru.
Ini menjadi catatan penting karena sebagian pengguna sering merasa ponsel mahal tidak perlu pelindung layar. Padahal, kaca tetap kaca. Ia bisa lebih kuat terhadap benturan tertentu, tetapi goresan halus tetap mungkin terjadi. Bagi pengguna yang ingin menjaga nilai jual kembali, memasang tempered glass sejak awal masih menjadi langkah aman.
Kekurangan ini bukan berarti layar iPhone 17 buruk. Justru layarnya menjadi salah satu daya tarik utama. Namun, kualitas visual tinggi akan terasa kurang menyenangkan bila permukaannya cepat penuh goresan kecil.
Keluhan WiFi dan Koneksi Seluler pada Lini iPhone 17
Setelah peluncuran, beberapa laporan pengguna pada lini iPhone 17 menyebut adanya masalah konektivitas. Tom’s Guide melaporkan sebagian pengguna iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air mengalami bug WiFi yang membuat koneksi terputus saat ponsel terkunci, lalu tersambung lagi saat dibuka. Masalah seperti ini bisa mengganggu CarPlay nirkabel dan berpotensi membuat unduhan berpindah ke data seluler.
Laporan lain juga menyebut keluhan panggilan terputus dan perpindahan jaringan 4G serta 5G yang tidak stabil pada sebagian pengguna lini iPhone 17. Masalah ini disebut muncul di berbagai operator dan diduga berkaitan dengan perangkat lunak atau komponen nirkabel baru.
Perlu dicatat, keluhan seperti ini tidak selalu dialami semua pengguna. Masalah koneksi juga dapat dipengaruhi operator, lokasi, versi iOS, router, jaringan rumah, dan kondisi perangkat. Namun bagi calon pembeli, kabar ini tetap penting karena koneksi stabil adalah kebutuhan utama pada ponsel modern.
Jika pengguna sering bergantung pada panggilan kerja, hotspot, CarPlay, unduhan besar, dan koneksi WiFi kantor, catatan konektivitas seperti ini perlu diperhatikan. Pembaruan perangkat lunak biasanya dapat memperbaiki bug, tetapi pembeli tetap perlu tahu bahwa pengalaman awal tidak selalu mulus bagi semua orang.
Desain Masih Terasa Aman dan Tidak Terlalu Segar
iPhone 17 reguler membawa sejumlah peningkatan di dalam, tetapi dari sisi bahasa desain, Apple masih bermain cukup aman. Bagi pengguna iPhone 15 atau iPhone 16, tampilan iPhone 17 mungkin tidak langsung memberi rasa benar benar baru. Bentuk bodi, Dynamic Island, susunan kamera, dan kesan umum masih terasa sangat Apple.
Sebagian pengguna justru menyukai konsistensi ini karena iPhone tetap mudah dikenali. Namun bagi orang yang berharap perubahan visual besar, iPhone 17 bisa terasa kurang mengejutkan. Perangkat ini lebih banyak menjual penyempurnaan dibanding perubahan tampilan yang mencolok.
Hal ini membuat keputusan upgrade menjadi lebih sulit. Pengguna iPhone lama seperti iPhone 11, iPhone 12, atau iPhone 13 mungkin akan merasakan perbedaan besar. Namun, pengguna iPhone 15 atau 16 reguler bisa saja merasa peningkatannya belum cukup menggoda, kecuali benar benar menginginkan layar 120Hz dan kamera ultrawide 48MP.
Di pasar ponsel Android, banyak merek berani menghadirkan desain lipat, modul kamera besar, warna mencolok, layar sangat tipis, atau pengisian super cepat. Di sisi lain, Apple tetap memilih gaya yang rapi dan familiar. Ini bisa menjadi kelebihan untuk sebagian orang, tetapi juga menjadi kekurangan bagi mereka yang ingin tampilan lebih segar.
Pengisian Daya Cepat Masih Kalah Agresif dari Banyak Rival
Apple mengklaim iPhone 17 dapat mengisi daya hingga 50 persen dalam 20 menit dengan adaptor 40W atau lebih tinggi. Angka ini cukup baik untuk pengguna iPhone, terutama saat butuh mengisi baterai sebelum berangkat.
Namun jika dibandingkan dengan banyak ponsel Android kelas atas, kemampuan pengisian iPhone 17 masih terasa konservatif. Beberapa pesaing menawarkan pengisian jauh lebih cepat, bahkan ada yang mampu mengisi baterai mendekati penuh dalam waktu kurang dari setengah jam. Bagi pengguna yang sering bepergian, bekerja di luar ruangan, atau lupa mengisi daya pada malam hari, selisih ini terasa nyata.
Apple biasanya lebih berhati hati dalam urusan pengisian daya demi menjaga suhu dan kesehatan baterai. Pendekatan ini masuk akal. Namun dari sudut pandang pengguna, iPhone 17 belum menjadi ponsel paling cepat saat harus mengisi baterai secara darurat.
Kekurangan ini semakin terasa karena adaptor cepat tidak tersedia dalam paket penjualan. Jadi, untuk mendapatkan klaim pengisian terbaik, pengguna perlu membeli adaptor yang sesuai secara terpisah.
Apple Intelligence Belum Selalu Jadi Alasan Kuat untuk Semua Orang
Apple menempatkan Apple Intelligence sebagai salah satu bagian penting dari pengalaman iPhone modern. Dengan chip A19, iPhone 17 mendukung fitur seperti Live Translation, Image Playground, dan sejumlah kemampuan cerdas lain yang masuk dalam ekosistem Apple.
Masalahnya, tidak semua pengguna membutuhkan fitur tersebut setiap hari. Banyak pembeli iPhone memakai ponsel untuk WhatsApp, Instagram, TikTok, foto, video, bank digital, belanja daring, dan hiburan. Untuk pola pemakaian seperti itu, fitur kecerdasan buatan bisa terasa menarik di awal, tetapi belum tentu menjadi kebutuhan utama.
Selain itu, pengalaman fitur cerdas juga sangat bergantung pada bahasa, wilayah, aplikasi yang didukung, dan kebiasaan pengguna. Bila fitur tertentu belum terasa matang atau belum tersedia merata, daya tariknya bisa berkurang. Pengguna yang berharap iPhone 17 terasa revolusioner karena Apple Intelligence mungkin perlu menurunkan ekspektasi.
Dengan kata lain, Apple Intelligence adalah bonus penting, tetapi belum otomatis menjadi alasan tunggal untuk membeli iPhone 17. Nilai perangkat ini masih lebih terasa pada layar, kamera, performa, baterai, dan umur dukungan software.
Perbedaan dengan Model Pro Masih Dibuat Terasa Jelas
Apple memberi banyak peningkatan pada iPhone 17 reguler, tetapi tetap menjaga jarak dengan model Pro. Ini strategi lama Apple. Model reguler dibuat jauh lebih baik dari sebelumnya, tetapi beberapa fitur tetap ditahan agar pembeli yang ingin pengalaman paling lengkap naik ke varian Pro.
Ketiadaan kamera telefoto khusus menjadi contoh paling jelas. Selain itu, sistem pendinginan model Pro juga menjadi alasan mengapa pengguna berat bisa lebih cocok memilih varian lebih mahal. Pada lini Pro, isu goresan bodi juga ramai dibahas, terutama pada area kamera plateau berbahan aluminium anodized. The Verge melaporkan iPhone 17 Pro dan Pro Max lebih rentan scuff di tepi kamera, sedangkan TechRadar merangkum temuan iFixit yang menjelaskan sisi rapuh lapisan anodized pada tepian modul tersebut.
Untuk iPhone 17 reguler, isu bodi Pro itu tidak sepenuhnya sama karena desain dan materialnya berbeda. Namun, kabar tersebut tetap memberi gambaran bahwa setiap model punya kompromi masing masing. Reguler lebih masuk akal untuk banyak orang, Pro lebih lengkap, tetapi Pro pun tidak bebas kritik.
Konsumen akhirnya dihadapkan pada pilihan yang tidak sederhana. iPhone 17 reguler sudah sangat baik, tetapi masih dibuat agar pengguna merasa ada sesuatu yang hilang jika tidak memilih Pro.
Penyimpanan 256GB Lebih Lega, tetapi Tidak Bisa Diperluas
Apple menjadikan kapasitas 256GB sebagai penyimpanan awal iPhone 17. Ini peningkatan besar dibanding generasi lama yang masih memulai dari 128GB. Untuk pengguna yang sering mengambil foto, merekam video, menyimpan aplikasi besar, dan mengunduh konten streaming, kapasitas ini lebih lega.
Namun, seperti biasa, iPhone tidak menyediakan slot memori eksternal. Jika penyimpanan penuh, pengguna harus menghapus file, memindahkan data ke komputer, atau membayar layanan cloud. Bagi pembuat konten yang merekam banyak video 4K, 256GB tetap bisa cepat habis.
Pilihan kapasitas lebih besar tentu tersedia, tetapi harganya ikut naik. Inilah kekurangan lama yang masih terasa pada iPhone. Apple memberi kapasitas dasar lebih baik, tetapi fleksibilitas penyimpanan tetap terbatas.
Pengguna yang berniat memakai iPhone 17 selama empat sampai lima tahun perlu menghitung kebiasaan penyimpanan sejak awal. Jangan hanya melihat kebutuhan hari ini. Foto, video, aplikasi, pesan, dokumen, dan data sistem akan terus bertambah seiring pemakaian.
Tidak Semua Orang Akan Merasakan Upgrade Besar
iPhone 17 terasa sangat menggoda untuk pengguna iPhone lama. Dari iPhone 11, iPhone 12, atau iPhone 13, peningkatannya akan terasa di layar, performa, kamera, baterai, dan fitur software. Namun bagi pengguna iPhone 15 atau iPhone 16, ceritanya berbeda.
Upgrade dari generasi yang masih baru mungkin tidak terasa dramatis. Ya, layar 120Hz pada model reguler adalah peningkatan besar. Kamera ultrawide lebih baik. Chip lebih kencang. Baterai lebih panjang. Tetapi dalam penggunaan harian, sebagian orang mungkin hanya merasakan ponsel yang sedikit lebih halus dan sedikit lebih tahan lama.
Di sinilah kekurangan iPhone 17 menjadi relatif. Ia bukan ponsel yang mengecewakan, tetapi bukan juga perangkat yang wajib dibeli semua pengguna iPhone. Nilainya sangat tergantung dari perangkat lama yang dipakai sekarang.
Untuk pengguna yang masih puas dengan ponselnya, menunggu satu generasi lagi bisa menjadi pilihan masuk akal. Untuk pengguna yang layarnya sudah mulai lemah, baterainya turun, kamera terasa tertinggal, atau penyimpanan penuh, iPhone 17 akan terasa sebagai lompatan yang menyenangkan.
Kekurangan yang Paling Terasa dalam Pemakaian Harian
Dalam pemakaian harian, kekurangan iPhone 17 kemungkinan paling terasa pada beberapa titik. Pertama, harga dan aksesori tambahan. Kedua, kamera yang belum punya telefoto khusus. Ketiga, potensi panas saat gim berat. Keempat, kebutuhan pelindung layar dan casing. Kelima, keluhan awal konektivitas yang perlu dipantau lewat pembaruan iOS.
Bagi pengguna biasa, sebagian kekurangan ini mungkin tidak mengganggu. Mereka tetap akan mendapat layar halus, performa cepat, kamera bagus, baterai kuat, dan dukungan software panjang. Namun bagi pengguna yang teliti sebelum membeli, mengetahui sisi lemah perangkat jauh lebih penting daripada hanya membaca daftar keunggulan.
“iPhone 17 adalah ponsel yang kuat, tetapi bukan ponsel tanpa kompromi. Justru karena harganya mahal, calon pembeli perlu melihat kekurangannya dengan lebih jernih sebelum memutuskan naik kelas.”
iPhone 17 tetap menjadi salah satu ponsel paling menarik di kelas premium, terutama karena Apple akhirnya memberi fitur yang lama ditunggu pada model reguler. Namun, calon pembeli sebaiknya tidak hanya terpaku pada nama besar, layar 120Hz, atau kamera 48MP. Perangkat ini masih menyimpan sejumlah catatan yang bisa terasa penting tergantung cara pakai, mulai dari kebutuhan zoom jauh, kebiasaan bermain gim, tuntutan koneksi stabil, sampai kesiapan membeli aksesori tambahan sejak hari pertama.






