Sponsors Link

Apakah Wireless Charger Merusak Baterai? Ini Penjelasannya

Sponsors Link

Apakah wireless charger merusak baterai? Bagi anda yang saat ini menggunakan smartphone keluaran terbaru, mungkin tidak asing dengan teknologi yang satu ini. Wireless charger merupakan sebuah fitur yang disematkan di dalam smartphone dimana anda sudah tidak perlu lagu menggunakan kabel ketika melakukan pengisian daya. Tentu hadirnya fitur ini membuat perkembangan di dunia smartphone semakin maju. Banyak perusahaan hp pintar seperti Apple, Samsung, maupun Xiaomi berlomba untuk mengeluarkan sebuah hp yang sudah menggunakan teknologi yang satu ini.

Pengisian daya nirkabel ini dianggap lebih aman. Mengapa? Karena pengguna bisa terhindar dari korsleting listrik yang mana permasalahan ini kerap terjadi, khususnya ketika hp ditinggalkan dalam kondisi dicharge dalam waktu yang sangat lama. Selain itu, penggunaan wireless charger diyakini bisa bertahan lebih lama alias awet dibandingkan ketika mengisi daya menggunakan kabel.

Maka dari itu tidak heran jika banyak yang mulai mengadopsi teknologi wireless charger untuk produk mereka. Para konsumen pun juga semakin penasaran dan bersemangat ingin mencoba menggunakan smartphone yang sudah support dengan teknologi yang satu ini. Kemudian timbul pertanyaan, apakah wireless charger merusak baterai? Konon salah satu efek negatif dari penggunaan wireless charger adalah ia bisa membawa dampak buruk terhadap baterai.

Rumor ini pun juga beredar luas di kalangan pengguna smartphone. Akibatnya, mereka seolah bingung karena di sisi lain wireless charger teknologi memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain ternyata memiliki efek negatif yang bisa mengganggu performa hp mereka. Maka dari itu di bawah ini kami akan menjelaskan anda tentang apakah wireless charger merusak baterai atau tidak.

1. Kinerja baterai yang semakin berat

Alasan pertama mengapa wireless charger dapat merusak baterai adalah karena kinerja baterai yang semakin berat. Hal ini diungkapkan oleh Adrian Kingsley Hughes yang merupakan pemilik iPhone 8 Plus. Ia mulai curiga karena merasa bahwa waktu pengisian baterai menggunakan wireless semakin lama. Padahal, ketika di awal penggunaan pengisian dengan teknologi nirkabel ini relatif cepat dibandingkan dengan ketika menggunakan kabel.

Diyakini salah satu yang menyebabkan performa baterai menurun adalah kinerjanya yang lebih berat. Hal ini tentunya memberikan kerugian tersendiri dimana baterai iPhone 8 sepertinya mengalami kebocoran. Kemudian yang dilakukan oleh Adrian adalah mulai menggunakan cara pengisian konvensional yakni menggunakan kabel.

Adrian menyarankan agar para pengguna smartphone lebih baik menggunakan cara pengisian konvensional saja. Namun bagi mereka yang bisa mengganti baterai dalam waktu sekitar 2 tahun sekali, maka tidak masalah meskipun menggunakan wireless charger.

2. Wireless charger tidak seefektif ketika mengisi dengan kabel

Ketika diperkenalkan teknologi wireless charger, banyak orang yang langsung takjub karena fitur ini menawarkan sebuah pengisian daya baterai nirkabel. Akan tetapi, tidak sedikit yang mengetahui bahwasanya pengisian menggunakan teknologi yang satu ini malah menghasilkan daya yang lebih sedikit. Selain itu, waktu yang diperlukan ketika mengisi menggunakan wireless charger juga lebih lama jika dibandingkan dengan pengisian baterai menggunakan kabel.

Maka dari itu, beberapa orang menyarankan agar tetap mengisi daya pada smartphone dengan kabel dibandingkan menggunakan wireless charger. Hal ini dikhawatirkan malah semakin lama membuat performa baterai semakin menurun. Akhirnya, mau tidak mau anda harus menggantinya dengan yang baru. Inilah yang juga menjadi salah satu alasan dibalik baterai android dicharge malah berkurang.

3. Membuat baterai smartphone lebih cepat habis

Alasan wireless charger tidak aman untuk smartphone adalah karena akan membuat konsumsi daya pada baterai semakin cepat habis. Meskipun permasalahan ini hampir tidak ditemukan pada vendor smartphone terkenal, namun ada sebuah laporan bahwasanya smartphone mengalami penurunan performa baterai ketika dicharge menggunakan wireless charger. Misalnya, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya menggunakan baterai sampai 100% sekitar 1 jam 30 menit.

Ketika menggunakan wireless charger, di awal mungkin bisa lebih cepat namun lama-kelamaan bahkan kemungkinan bisa sampai 2 jam. Akan tetapi, seperti yang sudah kami jelaskan di atas bahwa untuk anda yang memiliki program pergantian baterai dalam waktu minimal 2 tahun sekali, penggunaan wireless charger tidak masalah. Ketika anda mengetahui performa baterai mulai menurun, anda sudah tinggal mengganti baterainya saja.

4. Membuat baterai cepat panas

Kita tahu bahwa kebanyakan smartphone dalam kondisi dicharge membuat suhu baterai menjadi panas. Akan tetapi, ketika anda menggunakan teknologi wireless charger, konon baterai dan juga charger smartphone juga sama-sama panas. Akibatnya, smartphone anda juga ikut panas yang mana anda tidak boleh menggunakannya sementara selama ia dalam kondisi dicharge.

Namun, jika kondisi panas pada smartphone ini dibiarkan, dikhawatirkan nanti bisa merusak komponen hp yang lainnya. Akibatnya performa hp semakin menurun atau malah bisa menyebabkan hp mengalami masalah yang lebih parah sehingga penanganannya pun semakin sulit dan membutuhkan biaya yang tidak murah.

Alasan Penggunaan Wireless Charger

1. Lebih aman

Ada yang berpendapat bahwa penggunaan wireless charger dinilai lebih aman dibandingkan mengisi daya secara konvensional. Pasalnya, anda bisa terhindar dari korsleting listrik karena memang pengisian daya yang anda lakukan tidak membutuhkan kabel. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang tertarik dengan wireless charger selain karena istilah kerennya.

2. Lebih praktis

Mengapa penggunaan wireless charger dinilai lebih praktis? Hal ini tidak lain karena anda hanya perlu meletakkan smartphone anda di atas charger. Kemudian proses pengisian daya akan berlangsung secara otomatis sampai nanti  baterai pada smartphone anda sudah penuh. Keunggulan ini membuat pengisian baterai menjadi praktis dan tidak membutuhkan banyak space.

3. Port USB yang lebih awet

Port USB pada smartphone yang menggunakan wireless charger dinilai lebih awet. Mengapa? Karena ia tidak akan sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari selain menggunakannya untuk transfer data. Berbeda dengan ketika menggunakan kabel dimana port USB memiliki fungsi ganda yakni sebagai port untuk transfer data dan pengisian daya.  Itulah yang membuat para pengguna wireless charger yakin bahwasanya port USB mereka lebih awet sehingga tidak sampai membuat port USB mengalami permasalahan yang berarti.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan mengenai apakah wireless charger merusak baterai atau tidak. Intinya, semua hal tersebut bisa diatasi dengan penggunaan dan perawatan hp yang baik. Anda harus selalu mengecek kondisi smartphonea anda untuk bisa mengatasi atau meminimalisir kerusakan pada baterai.

, , ,
Oleh :
Kategori : Teknologi